Kenapa Bila Kita Tidak Dibenarkan Tiup Air Minuman Panas. Jika Ditiup Dianggap Tidak Elok

Kita order air minuman panas atau makanan di restoren atau mamak, dan air sampai tetapi air minuman tersebut terlalu panas untuk minum. Kebiasaannya mesti kita akan tiup air tersebut untuk dia suam suam sikit baru lah boleh kita menikmati minuman tersebut.

Tetapi tahukah anda sebenarnya Rasullulah SAW menghalang kita dari meniup sebenarnya. Mari baca.

Larangan Meniup-niup Minuman

Terdapat hadits yang melarang kita bernapas dalam gelas/wadah dan meniup gelas yang berisi minuman, terutama ketika gelas berisi air yang panas.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, beliau berkata:

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูŽู†ูŽููŽู‘ุณูŽ ูููŠ ุงู„ุฅูู†ูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ ูŠูู†ู’ููŽุฎูŽ ูููŠู‡ู

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas.โ€ [1]
Demikian juga hadits riwayat Abu Saโ€™id Al Khudri, beliau berkata,

.

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูŽ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุฎู ููู‰ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ุจู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุงู„ู’ู‚ูŽุฐูŽุงุฉู ุฃูŽุฑูŽุงู‡ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฅูู†ูŽุงุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽู‡ู’ุฑูู‚ู’ู‡ูŽุง ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูู‰ ู„ุงูŽ ุฃูŽุฑู’ูˆูŽู‰ ู…ูู†ู’ ู†ูŽููŽุณู ูˆูŽุงุญูุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููŽุฃูŽุจูู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุญูŽ ุฅูุฐู‹ุง ุนูŽู†ู’ ูููŠูƒูŽ ยป

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, โ€œBagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?โ€ Beliau bersabda, โ€œTumpahkan saja.โ€ Ia berkata, โ€œAku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas.โ€ Beliau bersabda, โ€œKalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu.โ€ [2]

.

An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah adab ketika minum. Meniup minuman akan mengotori air yang diminum. An-Nawawi berkata,

ูˆุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ุชู†ูุณ ููŠ ุงู„ุฅู†ุงุก ู‡ูˆ ู…ู† ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุฃุฏุจ ู…ุฎุงูุฉ ู…ู† ุชู‚ุฐูŠุฑู‡ ูˆู†ุชู†ู‡ ูˆุณู‚ูˆุท ุดุฆ ู…ู† ุงู„ูู… ูˆุงู„ุฃู†ู ููŠู‡ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ

โ€œLarangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab, karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya.โ€ [3]

.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa bisa saja mulut itu tidak sedap baunya, sehingga menimbulkan rasa jijik ketika meminumnya. Beliau berkata,

ูˆุฃู…ุง ุงู„ู†ูุฎ ููŠ ุงู„ุดุฑุงุจ ูุฅู†ู‡ ูŠูƒุณุจู‡ ู…ู† ูู… ุงู„ู†ุงูุฎ ุฑุงุฆุญุฉ ูƒุฑูŠู‡ุฉ ูŠุนุงู ู„ุฃุฌู„ู‡ุง ูˆู„ุง ุณูŠู…ุง ุฅู† ูƒุงู† ู…ุชุบูŠุฑ ุงู„ูู… ูˆุจุงู„ุฌู…ู„ุฉ : ูุฃู†ูุงุณ ุงู„ู†ุงูุฎ ุชุฎุงู„ุทู‡ ูˆู„ู‡ุฐุง ุฌู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุจูŠู† ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ุชู†ูุณ ููŠ ุงู„ุฅู†ุงุก ูˆุงู„ู†ูุฎ ููŠู‡

โ€œMeniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulup orang yang meniup, sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu, karena itulah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas.โ€[4]

.

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa perbuatan meniup-niup lebih parah dibandingkan sekedar bernapas pada minuman. Beliau berkata,

ูˆุงู„ู†ูุฎ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุญูˆุงู„ ูƒู„ู‡ุง ุฃุดุฏ ู…ู† ุงู„ุชู†ูุณ

โ€œMeniup-niup pada keadaan ini (pada gelas minuman) lebih berbahaya daripada bernapas pada wadah minuman.โ€[5]

Secara kesehatan, kebiasaan meniup-niup minuman juga tidak baik untuk kesehatan. Mulut bisa jadi mengandung bakteri penyebab penyakit yang kemudian berpindah ke minuman dan masuk ke dalam tubuh. Solusi terbaik untuk hal ini adalah menunggu sampai minuman agak dingin atau mengipasnya dengan sesuatu.

SUMBERย : Muslim

PENJELASAN DARI SUDUT SAINTIFIK

Bahaya Asam Karbonat

Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Dan jika bahan imia ini masuk ke dalam perut kita ia boleh menyebabkan penyakit jantung.

Partikel Berbahaya

Di dalam mulut kita terdapat partikel berbahaya. Apakah itu? Sisa-sisa makanan dalam mulut akan membusuk sehingga menyebabkan bau mulut tidak sedap. Apbila meniup ke makanan, secara tak langsung ia akan terlekat dan ini tentu sekali tidak elok menjadi santapan kita.

Mikko Organisme

Selain itu, di dalam mulut terdapat mikro organisme yang tidak dapat dilihat mata. Ada yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil automatik akan terlekat di dalam makanan apabila kita tiup dan sekaligus masuk ke perut.

Itulah diantara penyebab kita kita tidak boleh tiup makanan. Walaupun Rasulluah tidak memberi alasan terperinci namun beliau melarangnya dan itu bermaksud ianya menjadi sebahagian dari sunnah apabila kita lakukan.

Subhanallah ! Kongsikan Jika Manafaat

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*